Perutusan Keluarga Kristiani di Tengah Masyarakat

Last modified date

Para saudara terkasih,
Selamat bertemu kembali melalui media komunikasi kita. Redaksi Majalah FU mengangkat tema peranan keluarga kristiani dalam kehidupan masyarakat. Sebuah tema yang penting untuk disadari dan direnungkan oleh umat kristiani dan khususnya oleh keluarga-keluarga.

Betapa luhurnya martabat sebuah keluarga. Perkawinan – sebagai awal berdirinya sebuah keluarga diangkat Tuhan sebagai sakramen, tanda dan sarana keselamatan yang dikerjakan Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan mau menyertakan pasangan-pasangan perkawinan menjadi penyerta-Nya dalam mewartakan cinta kasih yang membahagiakan kepada dunia.

Tuhan menanamkan pada pasangan-pasangan hidup manusia, benih-benih cinta yang diharapkan semakin disemangati cinta kasih. Cinta kasih itu pada hakekatnya adalah sebuah penyerahan diri bagi sesamanya dan dalam hal hidup berkeluarga adalah sebuah penyerahan diri satu sama lain antara suami dan istri serta antara orang tua dan anak-anaknya. Penyerahan diri itu dilakukan dengan ketulusan sehingga manusia mau keluar dari dirinya sendiri dan dengan gembira mengasihi yang lain. Cinta kasih demikian bukan pertama-tama bertujuan untuk melayani kepentingannya sendiri tetapi kerelaan dan sukacita untuk melayani pasangan hidupnya.

Cinta kasih sedemikian telah ditunjukkan kepada kita oleh Tuhan kita Yesus Kristus yang berkenan memasuki sejarah hidup kita dengan menjadi manusia seperti kita pula. Terasa sekali sewaktu hidup di dunia, kasih-Nya begitu besar kepada kita. Dengan penuh setia mengasihi kita sampai sehabis-habisnya. Secara istimewa Tuhan mencintai Gereja-Nya, mereka yang tinggal dalam persekutuan yang percaya kepada Kristus. Kepada Gereja-Nya itu, Tuhan mengasihinya bagaikan mempelai yang dikasihi dengan kesetiaan abadi.

Demikian pula dalam keluarga-keluarga, tentu Dia yang mengangkatnya menjadi sakramen-Nya, membantunya dengan segala karunia. Diharapkan keluarga-keluarga merasakan kehadiran dan kasih-Nya. Pengalaman dikunjungi Tuhan membawa keluarga-keluarga kepada sukacita dan kegembiraan rohani. Ayah, ibu dan anak-anak dalam keluarga kristiani merasakan kasih Tuhan setiap saat sehingga dalam segala situasi mereka pun tetap bisa bergembira.

Kasih Tuhan yang dialami oleh setiap anggota keluarga itu bagaikan api yang memancar keluar dan menerangi satu sama lain dan menjauhkan kegelapan dosa di dalam anggota keluarga atau bagaikan sumber mata air yang mengalir membawa kesejukan dan kesegaran hidup. Orang tua dan anak saling merasakan kasih dari satu kepada yang lain dan itu membuatnya bahagia serta kerasan tinggal dalam keluarga. Mereka rindu untuk bertemu satu sama lain apabila karena satu dan lain hal mereka tinggal berjauhan.

Pada gilirannya, keluarga yang anggotanya bahagia dan saling mengasihi akan menjadi sinar terang yang memancar jauh keluar melewati keluarga itu sendiri. Hidup berkeluarga akan menjadi terang dan garam bagi dunia di sekitarnya. Dan itulah sebuah kesaksian hidup yang sekaligus menjadi suatu wujud perutusan keluarga kristiani di tengah masyarakat. Sebuah keluarga yang dengan sukacita saling mengasihi dan hidupnya bahagia dalam kasih, dampaknya menjangkau luas di tengah masyarakat. Kesaksian hidup ini akan menjadi pewartaan bagi orang lain.

Banyak orang akan melihat dan mengagumi betapa indahya hidup keluarga ini: rukun, saling menyayangi dan melayani dengan kelembutan dan kesabaran dan saling mengampuni bila terjadi perbedaan yang membawa kepada perselisihan. Buah-buah rahmat Tuhan yang dialami dan disambut dengan komitmen yang selalu diperbaharui akan membantu terciptanya masyarakat yang damai, adil dan saling mengasihi pula.

Salam dan Berkat
Uskup Agats

Uxegyz