Katedral Salib Suci

Last modified date

Gambaran Umum

Kaedral Salib Suci Agats

Paroki ini berada di Agats, pusat Keuskupan Agats sekaligus ibukota Kabupaten Asmat. Dinamika hidup umat cukup kompleks dengan aneka mata pencaharian, mulai dari pegawai pemerintahan, pedagang, pekerja bangunan, pegawai swasta dll. Sebaran umat dari latar suku cukup heterogen. Suku-suku dari Papua misalnya Asmat, Muyu, Mandobo, Awyu, dan Mimika sedangkan dari luar Papua kebanyakan dari Kei, Jawa, Toraja, Flores dan Tanimbar. Pedagang non Kristen kebanyakan dari BBM (Bugis, Makasar, Buton). Keanekaragaman suku ini menjadikan ‘wajah’ paroki ini berbeda dari kebanyakan paroki lain di Keuskupan Agats. Konsentrasi umat pribumi lebih banyak di stasi Syuru. Meski demikian sampai saat ini stasi tersebut sudah didiami para pendatang dari Bugis, Buton Makasar yang membuka kios-kios kelontongan sepanjang jalan utama.

Fokus Perhatian

P. Charles Loyak OSC _ Pastor Paroki Katedral Salib Suci

Dinamika ibukota kabupaten yang diwarnai persaingan ekonomi, masuknya berbagai tawaran gaya hidup modern yang menelorkan perubahan gaya hidup sosial kemasyarakatan menantang paroki ini untuk berbuat sesuatu. Secara umum, Asmat sedang ada dalam transisi kebudayaan dan Paroki Katedral Agats yang sangat merasakan dinamika ini. Pastor Paroki bersama Dewan Gereja telah merencanakan Musyarawah Pastoral Paroki untuk menentukan arah pelayaanan paroki ke depan. Perjudian, Minuman Keras, Urbanisasi dan Marginalisasi adalah beberapa akar masalah yang mendorong dilaksanakannya Muspas Paroki. Pendampingan anak dan orang muda juga menjadi fokus perhatian paroki dalam program kerja.  Aneka tawaran ‘luar’ seringkali tidak mampu disaring oleh kaum muda sehingga dibutuhkan pendampingan kepada mereka. Organisasi kategorial Gereja seperti WKRI, Gerakan Imam Maria (GIM), Pemuda Katolik dll turut berkontribusi dalam pengembangan paroki.

Uxegyz